Sunday, November 23, 2008

PERENCANAAN KEUANGAN BENGKEL MOTOR
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Harian Republika, Juli 2006

Pak Gozali yang baik, saya berencana membuka bengkel motor yang juga menjual spare part-nya. Perlu Pak Gozali ketahui, saya sekarang sedang bekerja dengan status karyawan kontrak. Gaji saya Rp 1.200.000/ bulan. Modal saya untuk buka bengkel adalah Rp7.000.000. Dengan uang segitu, saya harus mencari tempat/ kontrakan yang bisa digunakan untuk tempat usaha (bengkel). Oya, saya sekarang sedang kost: Rp400.000/ bulan. Untuk gaji 2 orang karyawan saya = Rp60.000/ hari. Sedangkan untuk belanja spare part-nya bisa melalui agen supplier dimana saya diperbolehkan membayar separuh dulu.

Yang ingin saya tanyakan, apakah bengkel saya bisa berjalan dengan bermodal sekian, dan perencanaan saya yang seadanya itu?

Oya, mohon kiat-kiatnya supaya bengkel saya bisa berkembang.

Terima kasih atas bimbingan Bapak.

Wassalam,
Mendrison


Jawaban:

Senang mendapat pertanyaan dari anda, dan usaha anda yang gigih untuk membuka bengkel motor patut diacungi jempol. Dengan modal anda yang ada, memang agak sulit untuk pertama kalinya, tapi apabila anda mau berusaha banting tulang, insyaAllah bisa berjalan membuka bengkel motor seperti yang anda inginkan. Untuk kontrakan, coba cari lokasi yang agak-agak masuk kedalam, tapi tidak jauh dari jalan raya agar masih tetap terlihat. Biasanya harga kontraknya akan lebih murah. Lalu uang setengahnya lagi, anda gunakan untuk membeli perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan bengkel anda. Pertama kali buka usaha, mungkin anda lakukan saja dulu sendiri semuanya, atau anda cari saudara anda untuk membantu bekerja di bengkel, tentu dengan upah yang lebih murah dari gaji dua orang karyawan tadi. Apabila sudah berjalan selama satu bulan, dan sudah ada tanda-tanda kemajuan atau anda mulai kewalahan menangani sendiri, anda baru cari orang lain yang mengerti motor tentunya untuk membantu anda dengan upah yang dapat dinegoisasikan antara anda dan orang tersebut. Sistem penggajiannya mungkin bisa perhari per motor yang diservis atau anda bisa berikan tiap minggunya atau tiap bulannya bila perlu. keuntungan dapat anda peroleh dari selisih harga spare part yang anda beli dari agen supplier. Biasanya per jenis barang anda akan memperoleh untuk sekitar 10-15% nya.

Untuk mengembangkan usaha anda, yang terpenting adalah jaga kualitas pelayanan dan puaskan pelanggan dengan hasil yang maksimal. Kalau memang nantinya memungkinkan setelah maju, anda bisa menyiapkan minuman gratis dan kue alakadarnya sambil mereka menunggu motor mereka diservis. Kepuasan pelanggan dan kualitas pelayanan serta hasil yang optimal bagi kendaraan mereka adalah nomor satu. Selamat berusaha.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


Thursday, October 9, 2008

Bagaiana Cara Mengelola Karyawan ?

Ditulis oleh prasetyo80 di/pada September 23, 2008

Sebuah gedung pada sebuah perusahaan dapat terlihat begitu menakjubkan, apalagi jika ditambahkan papan nama perusahaan yang sudah terkenal. Begitu juga dengan laporan-laporan penjualan yang terlihat sangat “wah” dengan angka-angka yang terus meningkat. Sebuah sistem teknologi informasi pada sebuah perusahaan juga terlihat begitu mengagumkan, dengan investasi yang sangat besar dapat membuat perusahaan terlihat sangat modern. Tapi, jika kita berpikir sejenak terhadap hal-hal tersebut, maka kita akan menyadari bahwa semua itu adalah benda mati, termasuk uang yang secara fisik diterima oleh perusahaan sebagai pendapatannya.

Yang terpenting dari semua itu sebenarnya adalah MANUSIA. Manusialah yang membuat sebuah perusahaan mengalami dinamika maju atau mundur, manusia jugalah yang membuat angka-angka pada kertas-kertas laporan menjadi ”berbicara”. Manusia jugalah yang membuat nama besar sebuah perusahaan sehingga membuat orang kagum akan papan nama yang menempel pada sebuah gedung perusahaan. Manusia juga yang membuat sistem teknologi informasi dapat berguna untuk memajukan perusahaan. Dan bahkan manusia itu jauh lebih berarti dari uang yang mereka ciptakan sendiri melalui pendapatan perusahaan, namun tanpa disadari manusia banyak yang melihat uang adalah segala-galanya yang padahal sudah jelas bahwa ”uang adalah benda mati !!!”.

Jika kita ingin memulai sebuah usaha, maka hal terpenting yang harus diperhatikan adalah bagaimana cara mengelola karyawan dengan baik, karena karyawan merupakan inti dari sebuah perusahaan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengelola karyawan adalah :

1. Recruitment : Pengambilan karyawan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu memasang iklan dan referensi dari karyawan yang sudah ada (kerabat atau kenalan). Pada perekrutan dari iklan maka hal yang harus diperhatikan adalah bagaimana sang calon karyawan tersebut dapat menjawab sebagian besar pertanyaan yang diajukan, pilihlah calon karyawan dengan urutan pertimbangan Integritas, etika, mental, dan kompetensi/skill. Sedangkan perekrutan melalui referensi lebih mudah, karena orang yang mereferensikan pastilah memberikan calon karyawan kepada perusahaan yang terbaik, karena yang mereferensikan bertaruh nama baiknya.

2. Gaji : Penghasilan yang diberikan kepada karyawan haruslah sesuai dengan standar industri yang ada, jika tidak maka karyawan tersebut akan dengan mudah berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain karena mencari penghasilan yang terbesar.

3. Pendidikan : Berikanlah pendidikan yang memadai kepada karyawan sebagai penunjang pekerjaannya. Peningkatan skill karyawan secara berkelanjutan (Continues Improvement Skill) merupakan keharusan agar tidak ketinggalan dengan perusahaan pesaing. Jangan takut karyawan akan berpindah ke perusahaan lain, karena dengan diikutkannya karyawan pendidikan berkelanjutan maka para karyawan tersebut merasa dihargai dan merasa memiliki perusahaan tersebut, sehingga diharapkan karyawan tersebut memiliki loyalitas (kesetiaan) yang tinggi terhadap perusahaan.

4. Kekeluargaan : Perlakukanlah para karyawan dengan cara kekeluargaan. Apabila karyawan tersebut melakukan kesalahan, maka beritahukanlah kesalahannya tersebut dengan bertindak sebagai seorang Ibu yang sedang menasehati anaknya, jangan terlalu menggurui tetapi beritahukanlah batasan-batasan yang sewajarnya yang harus dilakukan oleh karyawan tersebut. Jangan bertindak seperti seorang diktator, karena INGAT ! Karyawan bukan merupakan bawahan, akan tetapi jadikanlah karyawan tersebut sebagai seorang mitra bisnis (sama-sama saling membutuhkan dan menguntungkan).

Dengan 4 unsur diatas dijalankan, maka INSYA ALLAH perusahaan yang kita miliki akan maju dengan pesat yang didukung bersama oleh seluruh karyawan dengan penuh Ikhlas dan Tanggungjawab.

Alur Kerja AHASS

Eit, Jangan keburu mikir porno dulu, baca tulisan diatas… kita cuman mo nunjukin foto - foto biar lebih jelas. Katanya 1 gambar bisa mewakili ribuan kata…. :)

Nah, bagi yang penasaran pengen tau alur kerja bengkel resmi - yang menurut penulis termasuk kategori bengkel modern - AHASS. Ini saya kasih foto-fotonya AHASS MPM - Motor Jl. Simpang Dukuh 42-44 Surabaya

Konsumen menyampaikan keluhan Alur pertama : konsumen diterima oleh petugas Service advisor untuk didengar apa aja keluhannya ( … keren kan ada petugas khusus menerima keluhan konsumen termasuk omelannya :) )

Pendaftaran di Front Desk Setelah dicatat apapun keluhannya, maka konsumen dipersilakan mendaftar di front Desk untuk mendapat no antrian. Sementara keluhannya telah dicatat di “kaplet” komputer kecil yang langsung link ke data base komputer AHASS

Cuci Motor Nah yang ini termasuk pelayanan tambahan yg ciamik bgt! tanpa dikenakan additional charge sepeda anda dicuci bo….

Mekanik Mengerjakan Setelah sepeda anda dah mandi en bersih, maka mekanik tinggal menservis sepeda Honda anda sesuai dengan permintaan dari konsumen diawal tadi.

Final Inspection Habis dari mekanik, apakah langsung ke konsumen ? ini hebatnya… di AHASS setiap pengerjaan mekanik akan di Final Inspection. Untuk memastikan kualitas pekerjaan mekanik, serta memastikan apakah tidak ada yang terlewat….

Penjelasan di FI Setelah itu, barulah konsumen dipanggil untuk mengambil sepeda motornya en diberi penjelasan mengenai apa yang dah dikerjakan oleh Mekanik pada kendaraan anda…

Pembayaran di kasir Eiiit, jangan keburu ngacir dulu… :) setelah anda mendapat fasilitas seperti diatas, kini giliran anda menyelesaikan kewajiban anda. Yup, bayar dulu ongkos servicenya dikasir..

Oh yaa ampir lupa, setiap pekerjaan servis ringan ( baca tune up ) ada garansinya lho…

7 hari ato 1000 km, mana yg dicapai lebih dulu. It’s mean kalo anda gak puas ato apapun lah anda dapat kembali ke AHASS MPM tsb tanpa dipungut biaya alias GRATIIIS dalam kurun waktu tersebut.

Bagaimana komentar anda ?




Manajemen Bengkel

5 08 2008

Salah satu hal yang terpenting dalam Usaha Bengkel adalah bagaimana cara mengelola ( me-manage ) Sumber Daya Manusia (SDM) Bengkel ?

Program Bengkel yang saya sediakan, akan sangat membantu para pengusaha untuk mengetahui Performance Bengkel-nya. Baik Performance Mekaniknya, Penjualan Part-nya, Effektifitas Mekaniknya, Sirkulasi keuangannya de el el.

Tetapi sekali lagi itu hanya untuk mengetahui secara administrasi bagaimana Performance Bengkel. Pertanyaan yang paling banyak diajukan adalah Bagaimana cara memantain SDM yang ada didalamnya?

Sebenarnya Tips yang sangat sederhana adalah : anda harus bisa ber – empati ke pada SDM anda. ( Ingat Empati bukan Simpati !!! ).

Dengan empati, anda bisa menempatkan diri anda di posisi mekanik anda tanpa ikut terlarut didalamnya. Sehingga anda bisa mengetahui kebutuhan mekanik sekaligus kebutuhan anda sebagai pemilik kemudian menilai kebutuhan-kebutuhan tersebut dengan Obyektif.

Banyak temen yang berpendapat, bahwa tingkatkan kesejahteraan Mekanik (baca. Gaji Mekanik) maka mereka akan loyal pada anda!!! Simple is that………..

Yaaa siapa yang bisa menolak, Gaji lebih gede pekerjaan tetap. Artinya bila sama-sama jadi Mekanik, daripada kerja di bengkel yang gajinya kecil mending cari kerja di bengkel yang gajinya Gede!! Nah itulah yang memancing angka keluar masuk Mekanik tinggi.

Tapi ada beberapa kendala yang cara diatas sangat sulit di terapkan… Taruhlah saja dua bengkel yang berdekatan sama-sama punya prinsip, dengan Gaji Gede Mekanik akan beteh… ( maksudnya betah , Cuma biar sama-sama berakhiran e… J ). Maka yang terjadi adalah kedua bengkel sama-sama jor-joran gede-gedean gaji mekanik utk mempertahankan mekaniknya, cenderung tanpa melihat kesehatan keuangan bengkel. Akhirnya tinggal tunggu waktu, ketika kesehatan keuangan bengkel memburuk yang berakibat tidak hanya mekaniknya yang tidak betah… Pemiliknya sendiri pun yang akhirnya tidak kerasan di Bengkel, Nah lo…

Berdasarkan pengalaman pribadi, banyak mekanik yang digaji rendah tapi bertahan kerja bertahun-tahun di bengkel yang sama. Baik dengan rasa syukur ato ngrundel trus ( indonesianya : bersungut-sungut ). Dua hal yang sangat kontradiktif tapi dengan kondisi yang sama.

Nah mari kita sama-sama analisa mengapa ada mekanik yang gajinya gak terlalu bagus tapi dia betah kerja bertahun-tahun dan hal tersebut disyukurinya! Kalo yang nggrundel itu hanyalah faktor waktu, sampe mereka ketemu dan pindah ke kerjaan dengan gaji lebih gede.

Inventarisasi Kebutuhan Mekanik

1. Gaji yang sesuai dengan pekerjaan mereka

2. Kelengkapan Tools untuk memudahkan mereka bekerja

3. Mendapat hak cuti

4. Mendapat Hak Libur ( Min 1 hr dalam 1 minggu )

5. Mendapat hak Lembur

6. Tunjangan Kesehatan

7. Kejelasan Karir atau kenaikan Golongan ( baca kenaikan gaji – lama bekerja)

8. Hak mendapatkan Training ( peningkatan pengetahuan )

9. Tunjangan : Makan, Transportasi, Istri dan Anak

10. Hak mendapat kelengkapan kerja ( uniform, Tools, sepatu dsb )

Banyak seeh kebutuhannya, tapi paling tidak 10 point diatas sudah cukup mewakili.

Nah, saya yakin banyak ( kalo tidak mau dikatakan semua ) pemilik bengkel akan kesulitan memenuhi semua kebutuhan mekanik seperti diatas.

Untuk itu harus ada system prioritas kebutuhan. Jadi mana yang paling penting untuk di penuhi dulu.


Gaji Mekanik

Bagian ini adalah yang paling significant sebagai parameter dasar, apakah seorang mekanik bisa melihat masa depannya yang cerah di bengkel dia bekerja. Ada beberapa metode Penggajian, mungkin bisa dikelompokkan menjadi 3 Jenis Penggajian.

a. Gaji berdasarkan Jumlah Unit ( System Komisi )

Mekanik menerima Gaji dengan besaran yang berfluktuatif, bila Unit motor yang masuk banyak dia menerima Gaji Besar. Sebaliknya bila bengkelnya sepi dia akan ikut ber”puasa”.

Keuntungan :

Mekanik : Mereka akan giat bekerja, karena mereka tahu semakin banyak unit yang dikerjakan, semakin banyak uang yang mereka terima.

Bahkan sedikit banyak, mekanik akan ikut mempromosikan bengkelnya supaya konsumen banyak yang datang.

Pemilik : Otomatis, dia tidak perlu susah payah memotivasi mekanik untuk bekerja giat karena mekanik sudah bisa merasakan langsung manfaat apabila mereka bekerja dengan giat.

Untuk bengkel-bengkel yang baru buka biasanya mereka memilih menggaji mekaniknya dengan system komisi. Dengan system ini bila bengkelnya sepi ( karena masih baru ) mereka tidak mengeluarkan uang yang berlebihan untuk menggaji mekanik.

Kerugian :

Mekanik : apabila bengkel sepi, karena berbagai sebab ( mis. Pemilik tidak mau berpromosi, pada saat bulan-bulan pendaftaran masuk sekolah, resesi ekonomi dll ) maka mereka akan kesulitan karena Gaji yang mereka terima sedikit. Belum lagi kalo mereka ada keperluan, yang membuat mereka tidak bisa masuk kerja maka gaji mereka akan dipotong menyesuaikan jumlah hari kerja mekanik.

Dengan system seperti ini, mekanik tidak punya jaminan kepastian berapa gaji yang mereka terima setiap harinya.

Pemilik : Kerugiannya sebenarnya relative lebih sedikit dibanding mekanik, karena bila bengkel sepi, pengeluaran sedikit. Sebaliknya bila ramai , pengeluaranpun menyesuaikan. Gak rugi-rugi amat deh pokoknya….Maka system ini sebenarnya Favorit Pemilik. Tapi system ini sebenarnya sangat rentan masalah.

Karena Mekaniknya punya kecenderungan pindah, mencari jaminan kepastian gaji…bagi yang bengkelnya sepi akan dengan cepat memutuskan pindah ke bengkel yang ramai. Selain itu Pemilik akan kesulitan menentukan cashflow bengkelnya, karena pengeluarannya sangat fluktuatif, Juga jangan lupa besarnya kenaikan keuntugan bengkel “terpaksa” diikuti kenaikan gaji mekanik dengan besar yang sama.

Ini tidak dialami oleh Perusahaan yang menetapkan Gaji tetap dimana Besarnya kenaikan keuntungan Perusahaan tidak harus sebanding dengan besarnya kenaikan Gaji Mekanik.

b. Gaji Tetap

Bagi sebagian besar bengkel-bengkel yang sudah stabil ( alias rame ) maka mereka akan memilih menggaji karyawannya dengan metode yang seperti ini. Karena seperti yang telah saya uraikan diatas. Kenaikan keuntungan bengkel tidak harus sebanding dengan besarnya kenaikan Gaji Mekanik. Misalnya keuntungan bersih Bengkel ( setelah dipotong pengeluaran macam-macam ) naik 20 % , maka kenaikan gaji mekanik tidak harus 20%, bisa hanya 10%, 5% ato malah cuman dijanjiin aja… J.

Keuntungan:

Mekanik punya kepastian berapa gaji yang mereka terima setiap bulannya, baik bengkel itu rame ato lagi sepi. Mereka tidak khawatir, gaji mereka akan berkurang walopun, let’s say konsumennya drop alias terjun bebas.

Pemilik akan mudah menghitung cashflow perusahaan, dan juga memudahkan membuat estimasi pengembangan perusahaan ke depan. Karena pengeluaran-pengeluaran bisa di perkirakan, sehingga bisa dibuat Prakiraan Neraca Rugi – Laba sampai 1 tahun kedepan ( yang mana menurut saya, ini sangat penting bagi para pengusaha yang tidak hanya puas dengan satu jenis usaha / usaha yang statis )

Kerugian :

Mekanik juga bisa itung-itungan Bosss ! Bila bengkel anda mulai meningkat jumlah konsumennya, maka mereka juga merasakan bahwa pemiliknya meningkat pula keuntungannya. Jadi bila mekanik merasa gajinya tetap aja ato meningkat sangat sedikit dibanding dengan keuntungan yang didapat Bengkel. Maka mereka mulai merasa pemiliknya tidak Adil kepada mereka. Dan inilah bibit-bibit yang akan membuat performance bengkel jadi berantakan!!!

Pemilik akan merasa pengeluarannya ( baca Gaji Mekanik ) terlalu besar kepada mekanik. Bila bengkelnya sepi ato menurun jumlah konsumennya. Bila dibiarkan terus maka akan terjadi Besar Pasak daripada Tiang…

c. Gaji Kombinasi

Bagi penulis, ini adalah metode yang paling tepat, untuk mengeliminir kerugian-kerugian dari 2 metode gaji diatas.

Jadi beri mekanik standar gaji minimal ( pokok ) yang pasti mereka peroleh, bagaimanapun kondisi bengkel. Baik sepi ato rame, mereka minimal mendapatkan Gaji Pokok. Berapa besarnya Gaji Pokok tsb? Idealnya adalah UMR daerah. Tapi saya yakin banyak pemilik bengkel akan protes.. “ Keenakan Mekaniknya donk”. Komprominya ya anda itung sendirilah, mekanik bisa idup gak dalam satu bulan dengan gaji pokok itu?

Nah baru anda rumuskan tunjangannya. Variabelnya bisa anda tentukan sendiri : Jumlah unit yang ditangani, kehadiran mekanik dalam satu bulan, Training yang diikuti dll.

Harapannya apa? Bila bengkel sepi, mekanik tidak panik karena mereka tetap dapat gaji (pokok ), bila ramai mereka akan dapat tambahan ( baca bonus ). Sehingga mereka akan dengan sukarela bisa ikut mempromosikan bengkelnya ke konsumen yang laen.

Tapi, kan berarti pengeluaran utk gaji mekanik bervariasi donk? Bener!!! Jadi susah donk mengestimasi pengeluaran dalam satu tahun? Ehmmm gak sepenuhnya bener tuh.

Setiap tambahan bonus, anda hitung dengan mengestimasi bahwa Target jumlah unit bisa tercapai oleh bengkel. Bagaimana perhitungan targetnya? Nah ini yang harus anda hitung dengan baik. Karena trend konsumen semester 1 ( Jan – Juni ) biasanya lebih rendah di banding semester 2 ( Jul – Des ). Belum lagi kalo mau Lebaran… Terus musim pendaftaran sekolah… terus BBM naik…. Terus… yaa ternyata banyak variabelnya.

Yaa gak usah rumit-rumit amat, yang penting anda harus punya data yang lengkap mengenai bengkel, maka akan mudah anda menentukan target-target bengkel ke depan. Gimana supaya data-datanya lengkap? Yaa dicatat… kan capek? Yaaa pake computer donk ( nah kan computer lagi!!! ) lebih ciamik lagi kalo komputernya dilengkapi Program Bengkel seperti yang saya tawarkan ( nah kan promosi lagi J ).

Ok, apakah sudah semua? Tenang masih banyak…… kita sambung minggu depan…. Eh jangan dink secepatnya aja deh….kalo ada inspirasi lagi he-he-he




CUCI SALJU

SNOW WASH – MANPOWER

Wow… Pengusaha Bengkel memang dituntut untuk selalu memberikan nilai tambah bagi usahanya untuk bisa mengungguli kompetitornya. Salah satu caranya adalah memberikan cuci salju untuk sepeda motor konsumennya sebelum di servis….Berikut adalah “tampilannya”
…………….
……………………
Asyik kan? ternyata untuk selain secara fungsional lebih bersih juga secara display lebih menarik untuk konsumen. Nah Alat Cuci Salju yang saya buat sangat sederhana cara kerjanya….
1. Isi air dalam tabung Cuci Salju kemudian baru sabun Cuci Salju.

Tidak perlu diaduk atau di kocok. Volume air bisa dilihat melalui gelas ukur yang terdapat di samping tabung Cuci Salju.

2. Pasang Selang Kompressor ke Nipple Pressure Regulator

3. Untuk mendapatkan kualitas hasil cuci salju yang sempurna.

Jaga tekanan yang masuk ke dalam Pressure Regulator stabil sebesar 1,8 – 2 Bar.

Cara Pengoperasian Pressure Regulator :

a.Tarik Ke atas Tombol Pemutar Regulator

b.Untuk meningkatkan tekanan yang bisa masuk ke dalam tangki, Putar Tombol

Tersebut berlawanan arah Jarum jam

c.Untuk menurunkan tekanan yang bisa masuk ke dalam tangki, Putar Tombol

Tersebut Searah arah Jarum jam

Catatan : Kompressor dalam keadaan On, sudah menyalurkan udara bertekanan ke dalam Tangki

Tekanan dalam tabung ( bisa dilihat di Pressure Gauge ) stabil sebesar 1,5 – 1,6 Bar

Tampak Depan

Gambar Tampak Samping dan Depan – Mesin Cuci Salju

4. Untuk memudahkan pemakaian, komponen-komponen dalam Cuci Salju adalah sebagai berikut :

a. Pressure Regulator

b. Pressure Gauge

c. Gelas Ukur

d. Snow Gun

5. Untuk mengeluarkan / menguras air Cuci Salju, terdapat saluran pembuangan di bawah Tabung Cuci Salju

Alat Cuci salju ini kami sediakan dengan berbagai type.

Type Praktis :

- Tabung

- Pressure Gauge

- Snow Gun + Selang

- Tempat Tabung + Roda

- Gelas Ukur

Harga Jual : Rp. 750.000 diluar ongkos angkut

Type Effektif :

- Tabung

- Pressure Regulator

- Snow Gun + Selang

- Tempat Tabung + Roda

- Gelas Ukur

Harga Jual : Rp. 800.000 diluar ongkos angkut

Type Lengkap :

- Tabung

- Pressure Gauge

- Pressure Regulator

- Snow Gun + Selang

- Tempat Tabung + Roda

- Gelas Ukur

Harga Jual : Rp. 850.000 diluar ongkos angkut

Bila anda tidak membutuhkan berbagai alat ukur atau accessories seperti paket lengkap diatas, anda bisa memesan alat cuci salju dengan komponen sesuai kebutuhan dan budget anda…… J

Tertarik hub: drajadnp@gmail.com

PROMOSI BENGKEL

Gimana Seh, Cara Bikin Bengkel kita laris….?

Yuuup Tepat banget, kita harus kenalkan lewat promosi bengkel kita….

Nehh cara – cara promosinya….

Ø GARANSI SERVICE

Nah salah satu strategi promosi yang cukup menarik adalah menantang konsumen!!! Iya pada dasarnya sifat manusia adalah melanggar aturan. Bila diruangan ada tanda dilarang merokok, maka akan ada kebanggaan tersendiri bila kita bisa merokok disitu tanpa dilarang ato tidak ketahuan… bener gak???

Prinsip yang sama bisa diterapkan di bengkel. How? ( lanjut ya… )

Ø RUSH HOUR

Wow, ngapain Jackie Chan maen di Bengkel?? Masak Ganti profesi ?…. J Gak itu cuman istilah penulis aja, supaya agak kerenan dikit daripada .. misalnya : Happy Hour gitu…. Juga Rush Hour lebih mengena daripada Happy Hour ato yg laennya… gini neh ceritanya…( lanjut lagi… )

Ø 5 X SERVICE - 1 X SERVICE GRATIS

Cara ini juga sangat familiar oleh beberapa bengkel resmi karena tujuan dan manfaatnya cukup effektif……

Saya akan berikan beberapa mekanisme dan variasinya untuk – sapa tau – meningkatkan konsumen anda ( untuk yang bergerak di bidang sejenis ) ato memberi ilham pada pembaca untuk variasi marketingnya…. agak gak nyambung ya…. J ( lanjut terus … )

Ø MEMBER GET MEMBER

Salah satu cara promosi yang cukup popular adalah Member Get Member alias Konsumen cari Konsumen lainnya untuk kita. Dan memang cara ini masih effektif, karena mudah penerapannya, murah biayanya dan besar manfaatnya. Untuk Usaha Bengkel juga masih tepat untuk diterapkan, problemnya hanya menemukan mekanisme yang tepat untuk melaksanakan Program Member Get Member ( MGM )……

Berikut adalah beberapa mekanisme Program MGM, en seperti yang pernah penulis bilang kalo cocok silakan diterapkan kalo tidak cocok yaa….. dicocok-cocokkan Enjoy aja…. ( ..di lanjut…. )

Ø BOOKING SERVICE

Salah satu keluhan dari para konsumen adalah : Waktu antrian yang sangat lama, sehingga para konsumen lebih prefer kepada bengkel – bengkel ( baca : bengkel umum ) yang memberikan pelayanan service yang tidak perlu menunggu lama. Karena konsumen kan punya kesibukan sendiri-sendiri sehingga kalo nunggu lama untuk service, rasanya buang-buang waktu banget gitu….

Kenapa bengkel umum lebih cepat pelayanannya? Yaa tentu aja, bengkel umum kan lebih sepi dibanding bengkel resmi !!

Kalo ada pendapat seperti itu, maka pertanyaan berikutnya yang segera muncul adalah : apakah itu berarti kalo bengkel resmi yang ramai, pelayanan servicenya Harus menunggu lebih lama???? ( harus dilanjut… )

Ø CUCI GRATIS

Pernahkah anda servis di Bengkel Resmi Honda ( AHASS ) di Jawa Timur khususnya didaerah Madiun, Kediri, Sidoarjo dan sekitarnya? Anda akan mendapati pelayanan Plus – Plus yang tidak anda temui di Kota-kota Besar, Surabaya misalnya. Berbagai promosi Bengkel yang pernah saya tulis di Blog manpower ini, bisa-bisa diterapkan disatu bengkel. Tapi pasti didaerah, bukan di Surabaya…. Why ? ( lengkapnya… )

Manajemen Bengkel

5 08 2008

Salah satu hal yang terpenting dalam Usaha Bengkel adalah bagaimana cara mengelola ( me-manage ) Sumber Daya Manusia (SDM) Bengkel ?

Program Bengkel yang saya sediakan, akan sangat membantu para pengusaha untuk mengetahui Performance Bengkel-nya. Baik Performance Mekaniknya, Penjualan Part-nya, Effektifitas Mekaniknya, Sirkulasi keuangannya de el el.

Tetapi sekali lagi itu hanya untuk mengetahui secara administrasi bagaimana Performance Bengkel. Pertanyaan yang paling banyak diajukan adalah Bagaimana cara memantain SDM yang ada didalamnya?

Sebenarnya Tips yang sangat sederhana adalah : anda harus bisa ber – empati ke pada SDM anda. ( Ingat Empati bukan Simpati !!! ).

Dengan empati, anda bisa menempatkan diri anda di posisi mekanik anda tanpa ikut terlarut didalamnya. Sehingga anda bisa mengetahui kebutuhan mekanik sekaligus kebutuhan anda sebagai pemilik kemudian menilai kebutuhan-kebutuhan tersebut dengan Obyektif.

Banyak temen yang berpendapat, bahwa tingkatkan kesejahteraan Mekanik (baca. Gaji Mekanik) maka mereka akan loyal pada anda!!! Simple is that………..

Yaaa siapa yang bisa menolak, Gaji lebih gede pekerjaan tetap. Artinya bila sama-sama jadi Mekanik, daripada kerja di bengkel yang gajinya kecil mending cari kerja di bengkel yang gajinya Gede!! Nah itulah yang memancing angka keluar masuk Mekanik tinggi.

Tapi ada beberapa kendala yang cara diatas sangat sulit di terapkan… Taruhlah saja dua bengkel yang berdekatan sama-sama punya prinsip, dengan Gaji Gede Mekanik akan beteh… ( maksudnya betah , Cuma biar sama-sama berakhiran e… J ). Maka yang terjadi adalah kedua bengkel sama-sama jor-joran gede-gedean gaji mekanik utk mempertahankan mekaniknya, cenderung tanpa melihat kesehatan keuangan bengkel. Akhirnya tinggal tunggu waktu, ketika kesehatan keuangan bengkel memburuk yang berakibat tidak hanya mekaniknya yang tidak betah… Pemiliknya sendiri pun yang akhirnya tidak kerasan di Bengkel, Nah lo…

Berdasarkan pengalaman pribadi, banyak mekanik yang digaji rendah tapi bertahan kerja bertahun-tahun di bengkel yang sama. Baik dengan rasa syukur ato ngrundel trus ( indonesianya : bersungut-sungut ). Dua hal yang sangat kontradiktif tapi dengan kondisi yang sama.

Nah mari kita sama-sama analisa mengapa ada mekanik yang gajinya gak terlalu bagus tapi dia betah kerja bertahun-tahun dan hal tersebut disyukurinya! Kalo yang nggrundel itu hanyalah faktor waktu, sampe mereka ketemu dan pindah ke kerjaan dengan gaji lebih gede.

Inventarisasi Kebutuhan Mekanik

1. Gaji yang sesuai dengan pekerjaan mereka

2. Kelengkapan Tools untuk memudahkan mereka bekerja

3. Mendapat hak cuti

4. Mendapat Hak Libur ( Min 1 hr dalam 1 minggu )

5. Mendapat hak Lembur

6. Tunjangan Kesehatan

7. Kejelasan Karir atau kenaikan Golongan ( baca kenaikan gaji – lama bekerja)

8. Hak mendapatkan Training ( peningkatan pengetahuan )

9. Tunjangan : Makan, Transportasi, Istri dan Anak

10. Hak mendapat kelengkapan kerja ( uniform, Tools, sepatu dsb )

Banyak seeh kebutuhannya, tapi paling tidak 10 point diatas sudah cukup mewakili.

Nah, saya yakin banyak ( kalo tidak mau dikatakan semua ) pemilik bengkel akan kesulitan memenuhi semua kebutuhan mekanik seperti diatas.

Untuk itu harus ada system prioritas kebutuhan. Jadi mana yang paling penting untuk di penuhi dulu.

Gaji Mekanik

Bagian ini adalah yang paling significant sebagai parameter dasar, apakah seorang mekanik bisa melihat masa depannya yang cerah di bengkel dia bekerja. Ada beberapa metode Penggajian, mungkin bisa dikelompokkan menjadi 3 Jenis Penggajian.

a. Gaji berdasarkan Jumlah Unit ( System Komisi )

Mekanik menerima Gaji dengan besaran yang berfluktuatif, bila Unit motor yang masuk banyak dia menerima Gaji Besar. Sebaliknya bila bengkelnya sepi dia akan ikut ber”puasa”.

Keuntungan :

Mekanik : Mereka akan giat bekerja, karena mereka tahu semakin banyak unit yang dikerjakan, semakin banyak uang yang mereka terima.

Bahkan sedikit banyak, mekanik akan ikut mempromosikan bengkelnya supaya konsumen banyak yang datang.

Pemilik : Otomatis, dia tidak perlu susah payah memotivasi mekanik untuk bekerja giat karena mekanik sudah bisa merasakan langsung manfaat apabila mereka bekerja dengan giat.

Untuk bengkel-bengkel yang baru buka biasanya mereka memilih menggaji mekaniknya dengan system komisi. Dengan system ini bila bengkelnya sepi ( karena masih baru ) mereka tidak mengeluarkan uang yang berlebihan untuk menggaji mekanik.

Kerugian :

Mekanik : apabila bengkel sepi, karena berbagai sebab ( mis. Pemilik tidak mau berpromosi, pada saat bulan-bulan pendaftaran masuk sekolah, resesi ekonomi dll ) maka mereka akan kesulitan karena Gaji yang mereka terima sedikit. Belum lagi kalo mereka ada keperluan, yang membuat mereka tidak bisa masuk kerja maka gaji mereka akan dipotong menyesuaikan jumlah hari kerja mekanik.

Dengan system seperti ini, mekanik tidak punya jaminan kepastian berapa gaji yang mereka terima setiap harinya.

Pemilik : Kerugiannya sebenarnya relative lebih sedikit dibanding mekanik, karena bila bengkel sepi, pengeluaran sedikit. Sebaliknya bila ramai , pengeluaranpun menyesuaikan. Gak rugi-rugi amat deh pokoknya….Maka system ini sebenarnya Favorit Pemilik. Tapi system ini sebenarnya sangat rentan masalah.

Karena Mekaniknya punya kecenderungan pindah, mencari jaminan kepastian gaji…bagi yang bengkelnya sepi akan dengan cepat memutuskan pindah ke bengkel yang ramai. Selain itu Pemilik akan kesulitan menentukan cashflow bengkelnya, karena pengeluarannya sangat fluktuatif, Juga jangan lupa besarnya kenaikan keuntugan bengkel “terpaksa” diikuti kenaikan gaji mekanik dengan besar yang sama.

Ini tidak dialami oleh Perusahaan yang menetapkan Gaji tetap dimana Besarnya kenaikan keuntungan Perusahaan tidak harus sebanding dengan besarnya kenaikan Gaji Mekanik.

b. Gaji Tetap

Bagi sebagian besar bengkel-bengkel yang sudah stabil ( alias rame ) maka mereka akan memilih menggaji karyawannya dengan metode yang seperti ini. Karena seperti yang telah saya uraikan diatas. Kenaikan keuntungan bengkel tidak harus sebanding dengan besarnya kenaikan Gaji Mekanik. Misalnya keuntungan bersih Bengkel ( setelah dipotong pengeluaran macam-macam ) naik 20 % , maka kenaikan gaji mekanik tidak harus 20%, bisa hanya 10%, 5% ato malah cuman dijanjiin aja… J.

Keuntungan:

Mekanik punya kepastian berapa gaji yang mereka terima setiap bulannya, baik bengkel itu rame ato lagi sepi. Mereka tidak khawatir, gaji mereka akan berkurang walopun, let’s say konsumennya drop alias terjun bebas.

Pemilik akan mudah menghitung cashflow perusahaan, dan juga memudahkan membuat estimasi pengembangan perusahaan ke depan. Karena pengeluaran-pengeluaran bisa di perkirakan, sehingga bisa dibuat Prakiraan Neraca Rugi – Laba sampai 1 tahun kedepan ( yang mana menurut saya, ini sangat penting bagi para pengusaha yang tidak hanya puas dengan satu jenis usaha / usaha yang statis )

Kerugian :

Mekanik juga bisa itung-itungan Bosss ! Bila bengkel anda mulai meningkat jumlah konsumennya, maka mereka juga merasakan bahwa pemiliknya meningkat pula keuntungannya. Jadi bila mekanik merasa gajinya tetap aja ato meningkat sangat sedikit dibanding dengan keuntungan yang didapat Bengkel. Maka mereka mulai merasa pemiliknya tidak Adil kepada mereka. Dan inilah bibit-bibit yang akan membuat performance bengkel jadi berantakan!!!

Pemilik akan merasa pengeluarannya ( baca Gaji Mekanik ) terlalu besar kepada mekanik. Bila bengkelnya sepi ato menurun jumlah konsumennya. Bila dibiarkan terus maka akan terjadi Besar Pasak daripada Tiang…

c. Gaji Kombinasi

Bagi penulis, ini adalah metode yang paling tepat, untuk mengeliminir kerugian-kerugian dari 2 metode gaji diatas.

Jadi beri mekanik standar gaji minimal ( pokok ) yang pasti mereka peroleh, bagaimanapun kondisi bengkel. Baik sepi ato rame, mereka minimal mendapatkan Gaji Pokok. Berapa besarnya Gaji Pokok tsb? Idealnya adalah UMR daerah. Tapi saya yakin banyak pemilik bengkel akan protes.. “ Keenakan Mekaniknya donk”. Komprominya ya anda itung sendirilah, mekanik bisa idup gak dalam satu bulan dengan gaji pokok itu?

Nah baru anda rumuskan tunjangannya. Variabelnya bisa anda tentukan sendiri : Jumlah unit yang ditangani, kehadiran mekanik dalam satu bulan, Training yang diikuti dll.

Harapannya apa? Bila bengkel sepi, mekanik tidak panik karena mereka tetap dapat gaji (pokok ), bila ramai mereka akan dapat tambahan ( baca bonus ). Sehingga mereka akan dengan sukarela bisa ikut mempromosikan bengkelnya ke konsumen yang laen.

Tapi, kan berarti pengeluaran utk gaji mekanik bervariasi donk? Bener!!! Jadi susah donk mengestimasi pengeluaran dalam satu tahun? Ehmmm gak sepenuhnya bener tuh.

Setiap tambahan bonus, anda hitung dengan mengestimasi bahwa Target jumlah unit bisa tercapai oleh bengkel. Bagaimana perhitungan targetnya? Nah ini yang harus anda hitung dengan baik. Karena trend konsumen semester 1 ( Jan – Juni ) biasanya lebih rendah di banding semester 2 ( Jul – Des ). Belum lagi kalo mau Lebaran… Terus musim pendaftaran sekolah… terus BBM naik…. Terus… yaa ternyata banyak variabelnya.

Yaa gak usah rumit-rumit amat, yang penting anda harus punya data yang lengkap mengenai bengkel, maka akan mudah anda menentukan target-target bengkel ke depan. Gimana supaya data-datanya lengkap? Yaa dicatat… kan capek? Yaaa pake computer donk ( nah kan computer lagi!!! ) lebih ciamik lagi kalo komputernya dilengkapi Program Bengkel seperti yang saya tawarkan ( nah kan promosi lagi J ).

Ok, apakah sudah semua? Tenang masih banyak…… kita sambung minggu depan…. Eh jangan dink secepatnya aja deh….kalo ada inspirasi lagi he-he-he